Mau Oral apa Anal, Mas?


Katanya hari ini udara begitu cerahnya, tak terlalu panas matahari menjilat kulit, tak pula terlalu dingin menggigit wajah sayu pemuda itu yang konon bernama Jaka.

Bagi Jaka hari ini begitu menggelisahkan, panas iya, dingin iya, dan sangat mendebarkan. Keringat dingin mengucur deras membasahi t-shirt bermerk impor tapi pabrikan lokal.

Dengan meneguhkan hati dan memberanikan diri serta membuang semua rasa malu yang melekat di tubuhnya, Jaka pun masuk ke dalam ruangan yang tak terlalu besar.

Semilir hawa sejuk AC dan semerbak harum pewangi ruang menerpa kutikula-kutikula di dalam rongga hidungnya. Dan pandangan Jaka terhenti pada gadis yang duduk anggun di sudut tepi ruangan.

“Silahkan rebahan di dipan itu, mas. Dibikin enak aja yah”, ramah sekali gadis itu menyambut Jaka yang masih agak kikuk. Maklum, kali pertama ia ke sini.

“Iya…… Iya, mbak”, jawab Jaka terbata-bata.

“Mau oral atau anal, mas. Atau dua-duanya, itu lebih baik dan memuaskan”, kata si gadis.

Jaka bingung mau jawab apa. Wajahnya sontak memerah…… Wadow….. kok disuruh milih segala yah?….. batinnya.

“Dua-duanya deh”, jawab Jaka sejurus kemudian.

“Okey. Untuk yang oral diminum 3x kali sehari sehabis makan. Yang anal dimasukkan ke lubang pelepasan satu butir sebelum tidur. Silahkan rebahan sebentar sambil menunggu pak dokter datang memeriksa. Semoga wasirnya lekas sembuh yah”, si gadis pergi meninggalkan Jaka di ruang periksa.

Iya dech….. apa kata loe aja….. terserraaahhh……. yang penting Jaka sembuuuh……

Hanya untuk hiburan saat update kosong.

Sumber : fiksi.kompasiana.com

Related Posts:

Disqus Comments
© 2017 Obachti 95 - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger