Perlunya Membangun Hubungan Yang Positif

Saya tegaskan kembali "Perlunya membangun hubungan yang positif", prihatin banget kalo lihat keadaan remaja saat ini, mereka menganggap hubungan pacaran adalah hal yang umum dengan kebebasan, asal ikut global, karena udah eranya. nggak mikirin apa yang mereka lakukan akan menjadi suatu masalah yang akan disesali nantinya. Kemarin saya pergi ke-acara pernikahan teman seangkatan saya, mau gimana lagi namanya diundang masa nggak dateng coba! ane pergi sama pacar sob, pas udah duduk dan abis disalamin ama temen yang udah ngundang tadi, pacar ane bilang "gimana?", "apanya?" ane balik nanya. "kalo kita gitu juga", "nggak mungkin ling, aku nggak akan aneh-aneh ma kamu". maksudnya, pacar ane nanya gimana kalo nanti saya nge-hamilin dia. Gila! malu banget kalo harus seperti itu. saya masih kelas XI SMA sob, masa harus nikah gara-gara nge-hamilin anak orang, harus kerja keras mati-matian nyari duit. mau dikemanain masa remaja yang enag-enagnya. orang tua aja pengen balik ke masa remajanya buat ngehabisin waktu untuk belajar, karena mereka menyesal "kenapa aku dulu malas-malasan".

Disekolah saya MAN (Madrasah Aliyah Negeri) yang notaben-nya sekolah Islam aja, udah 5 temen cewek yang keluar sekolah gara-gara hamil duluan (ini mulai saya kelas X), nggak tau siapa bapaknya tapi yang jelas yang dia anggap pacarnya. yang nembak dia dengan kata-kata "aku cinta kamu, aku sayang kamu, aku ingin jadi pacar kamu biar bisa jagain dan lindungi kamu".Huh! nggak taunya dia yang udah ngehancurin hidup kamu. Sering juga saya dateng ke rumah temen, mungkin baru 2 bulanan dia keluar dari sekolah gara-garanya sama aja. hamil! Yang saya nggak tau dia tenang aja, nanggapi masalh ini. yang saya anggap ini udah jadi masalah besar banget. dia masih tetep aja bisa ketawa, serasa nggak ada masalh berat yang harus dibebani. Guyon (bercanda) ma kita temen-nya yang dateng ke-rumah buat liat gimana keadaannya. Orang tua -nya sampai stress, gara-gara mikirin putrinya satu ini. 2 kakaknya udah pada nikah tinggal dia thok (doang). dia anak bungsu, yang mustinya cuma dia harapan orang tuanya yang paling besar, eh nggak taunya malah putus sekolah gara-gara hamil.

Bapaknya pernah bilang ke-kami, pas dateng buat jenguk bagaimana keadaannya. "Oalah rek, stress mikirno munyok sitok iki", kalo dalam bahasa indonesia kurang lebihnya begini, "ya ampun, stress mikirin monyet satu ini". Orang tuanya aja bilang gitu, udah kelihatan kan, gimana sedihnya orang tua. Orang tua yang udah susah payah besarin kita, ngerawat kita, yang menaruh harapan besar dengan doa-doanya. Namun, anaknya yang di doakan dalam setiap renungan setelah selesai mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha Esa. Menghancurkan harapan orang tua. Kini orang tua hanya bisa merawat buah hatinya yang sebelumnya ia bangga-banggakan kepada semua tetangganya dengan sedih tanpa penuh keikhlasan.

Seks bebas merupakan sebuah virus yang mulai menjangkiti pergaulan masyarakat Indonesia sob, contohnya udah saya sebutkan diatas tadi. Budaya Barat ini mulai diadaptasi kalangan remaja. Saya mengerti usia remaja memang fase yang cukup rentan untuk melakukan hal-hal berbau seks karena terjadinya perkembangan hormonal yang sulit terkontrol.Ya. Urusan “bawah perut” memang sulit dikendalikan, saya sangat memngakui dan memahami hal itu. Tapi ayolah coba kita fikirkan ulang resikonya. Salah-salah, kita para remaja bisa terjerumus dalam seks bebas. Akibatnya, banyak remaja hamil sebelum bersuami. Oleh sebab itu, untuk menghindari seks bebas, kawin muda dapat dijadikan alternatif yang cukup aman selama kategori “muda” itu setelah menginjak usia 17 sob.

Dampak Negatif Kawin Muda

Bagaimanapun, usia muda merupakan fase yang sangat labil. Seseorang masih belum bisa mengendalikan emosi. Oleh sebab itu, menurt saya kawin muda memiliki beberapa dampak negatif berikut ini.

  •     Rentan perceraian karena setiap masalah dihadapi dengan emosi dan saling menyalahkan.
  •     Kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
  •     Kehilangan kesempatan menikmati masa muda untuk bergaul bersama teman.
  •     Kehilangan kesempatan berkarier.
  •     Berisiko mengalami gangguan seksual.

Itulah beberapa dampak positif dan negatif kawin muda. Buat teman-teman remaja silakan Anda pertimbangkan. Ini hanyalah sharing pribadi dari saya Semoga bermanfaat!

Buat Remaja : Pengen tahu gimana caranya gaya pacaran yang positif! Klik disini untuk menuju ke Artikelnya Mbak Iis.

Related Posts:

Disqus Comments
© 2017 Obachti 95 - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger